Rabu, 04 Agustus 2010

"Metronom Perdamaian"




Berawal dari perkataan seorang temanku,,dia bilang "janganlah berhenti berpikir", ya betul jangan biarkan otak kita terdiam. Dari saat itu ku mulai latih otakku yang sudah terlalu lama teracuni dan terhibernasikan oleh kebodohan fantasi semu. Semua hal mulai kupikirkan dari kenapa di tiap rumah selalu ada cicak?? darimana mereka berasal??,, Kapankah ikan tertidur lelap??,,sampai memikirkan siapa diri ini?, tujuan hidupku, keluargaku, teman"ku, sampai negara yang sudah terlanjur menjadi tempat lahirku (terlepas dari semua penyesalan itu namun aku tetap bangga dengan negeri ini).

Dan entah mengapa ku mulai berpikir tentang dunia ini. Dunia yang tak kunjung henti dari pekiknya suara meriam, dan suara-suara teriakan "Perang" dan kebebasan. Mendengar kata perang aku teringat dengan sebuah blog yang ku baca beberapa tahun lalu, disitu dikatakan bahwa "dunia dan kehidupan ini tercipta dari peperangan". Memang betul, bisa kita lihat begitu banyak peperangan yang terjadi di masa lalu. Dari mulai perang baratayudha antara keluarga Pandawa melawan Korawa. Perang paderi yang berlangsung sekitar 20 tahun lamanya. Lalu ada lagi Perang badr yang berlangsung antara pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Perang salib antara umat kristiani yang ingin menguasai kembali Yerusalem dan “Tanah Suci” dari kekuasaan umat muslim. Sampai Perang Dunia yang ceritanya sudah bosan ku pelajari saat di bangku sekolah.

Apa penyebab semua perang itu?? dari situ ku buat analisis kecil-kecilan,sekedar melatih isi di dalam otakku yang mempunyai empat komponen dasar sel saraf alami ,yaitu dendrit, soma, akson, dan sinapsis. akhirnya ku temukan jawabannya!! "PERBEDAAN!!" ya!! "PERBEDAAN!!" Dari mulai perbedaan suku, agama, ras, bahasa, ideologi, tingkat kepuasan, dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan yang telah diciptakan tuhan penguasa semesta ini.

Perbedaan-perbedaan itu seakan-akan telah mematahkan suara-suara lantang para "peneriak" perdamaian.

Berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di dalam alunan musik yang tercipta dari alat-alat yang menghasilkan suara berbeda-beda,namun dapat menghasilkan sesuatu yang dapat mematahkan perbedaan tersebut,dengan pemenyatu nya yang disebut tempo,alur,atau ketukan. Seolah-olah suara itu berselaras mengejar tempo yang telah ditetapkan, menciptakan nuansa keharmonisan nan syahdu..

Metronom!! ya itulah alatnya!! adakah metronom itu? berapapun harganya akan kubeli metronom itu! harta karun yang berharga bagi dunia, metronom yang dapat membuat perbedaan di dunia ini menjadi suatu satu kesatuan. dimanakah engkau wahai sang "metronom perdamaian" ??


-adysuhanda-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar